Mesin Pencarian

Senin, 05 Januari 2009

Benarkah Dengan Membayar Perpuluhan Semua Beres?

Dalam sedekade ini teologi kemakmuran yang mengedepankan tema perpuluhan menjadi tema menarik yang hampir menyedot umat kristiani. Teologi kemakmuran dan sukses sangat sukses besar. Bahkan ada ajaran yang lebih ekstrim lagi yang menyatakan jika anda membayar perpuluhan anda akan sukses dan diberkati Tapi benarkah Alkitab mengajarkan demikian?

Para pendukung perpuluhan menyatakan YA, Alkitab menyatakan demikaian dengan dasar Maleakhi 3:10 yang menyatakan : Bawalah persembahan persepuluhan ke rumah Tuhan supaya ada makanan di rumahku…

Pertanyaannya, para pendukung ini jika ditanya apa latar belakang ayat ini? Mereka biasanya akan berputar dan menyatakan bahwa Abraham saja membayar perpuluhan kepada Raja Salem dst.

Nabi Maleakhi hidup semasa orang-orang dari keturunana Yahudi dan Benyamin kembali dari Babel setelah 400 tahun dibuang. Mereka datang dipimpin oleh Nehemia, yang kemudian membangun kembali tembok Yerusalem dan mengadakan upacara di bekas reruntuhan Bait Allah. Reruntuhan Bait Allah pembangunannya akan dilakukan oleh penerus Nehemia Gubernur Jenderal Zerubabel bin Sealtiel.


Nehemia sendiri bukan saja mendapat tantangan dari musuh-musuh orang Israel, bahkan para imam pun ada yang tega menghianatinya. Puncak kemarahan Nehemia terhadap para imam bisa kita lihat di Nehemia 13, ia begitu marah karena korupsi yang dilakukan oleh imam besar di rumah Tuhan. Akibatnya dashyat , tidak ada umat lagi yang mau membawa persembahan untuk mendukung para pelayan di rumah Tuhan. Dasar inilah yang menyebabkan firman Tuhan dinyatakan oleh nabi Maleakhi, sehingga akhirnya umat kembali berbondong-bondong membawa persembahan kembali ke rumah Tuhan. Sekalipun demikian para imam juga terkena damparatan Tuhan dalam Maleakhi 2 dan 3 karena “kenakalan“ mereka.

Dari sini kita bisa melihat bahwa tujuan perpuluhan untuk mendukung para pelayan di rumah Tuhan.


Untuk melihat fungsi perpuluhan kita harus melihat kembali kepada Kitab Ulangan mengenai ritual pemakaiannya. Adakah ayat yang mengajarkan demikian? ADA. Tepatnya di Ulangan 14:21-28

Bangsa Israel pada awalnya berbentuk Negara demokrasi, beda dengan bangsa-bangsa lain di sekitarnya yang memakai raja sebagai otoritas utama. Bangsa Israel menggunakan tua-tua dan para rabi/imam sebagai otoritas utamanya. Hal inilah yang menjadi penyebab bangsa Israel tetap solid dimanapun mereka berada sampai sekarang. Nah, masalah timbul bagaimana untuk menghidupi orang Lewi yang dikhususkan bekerja di rumah Tuhan. Padahal mereka tak mendapat tanah untuk diusahakan.


Ulangan 14:21-28 mengatur hal ini. Bagian ini mengatur: Pemberi perpuluhan harus memakan hasil perpuluhan dalam bentuk makanan dan minuman yang disenanginya. Tujuannya jelas selain untuk meghargai diri sendiri juga sebagai suatu ucapan syukur terhadap Tuhan.


Diatur dalam siklus tiga tahunan, tahun pertama dan kedua untuk si pemberi dan orang Lewi, sementara tahun ketiga untuk kesejahteraan kota dan para janda miskin. Tahun keempat sampai keenam mengulangi kembali ,sementara tahun ketujuh adalah tahun Sabat , karena itu libur.

Untuk kesejahteraan kota juga diperlukan, karena tak ada dana yang dapat dikumpulkan Negara. Tujuan perpuluhan yang satu ini juga untuk melatih kepekaan kita, Karena itu nabi Yeremia meminta agar umat juga mengusahakan kesejahteraan kota mereka tinggal

Lantas bagaimana dengan raja Salomo, bukankah ia diberkati karena memberikan persembahan yang luar biasa? Itu semasa Salomo hidup, setelah ia meninggal baru ketahuan , bahwa kebutuhan istananya sangat memberatkan rakyat Israel, karena itu kesepuluh suku mohon pengurangan pajak yang super berat ini kepada Rehabeam, tapi ditolak mentah-mentah. Hal mana yang mengakibatkan pecahnya kerajaan Israel

Nah, baik Ulangan 14:21 dan penyebab pajak berat di Israel semasa Salomo tak pernah dibicarakan …Suatu hal yang menggelikan dan benar-benar suatu propaganda yang luar biasa dari pendukung teologi sukses ini yang berhasil membungkus perintah ini yang bahkan terkadang untuk dinikmati sebesar-besarnya dan senikmat-nikmatnya. Paling parah malah mengabaikan aturan perpuluhan itu sendiri.

Di akhir kata , belum ada ayat firman Tuhan yang mengajarkan jika bayar perpuluhan semua beres. Di Jaman PB,Paulus bekerja dan menginjil, ia tak pernah meminta dari jemaat.Namun sekalipun demikian beberapa jemaat dan perempuan mendukung biaya perjalanannya.
Perpuluhan boleh saja dilaksanakan jika keseluruhan rituilnya dilaksanakan. Sudahkah kita?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar