Mesin Pencarian

Minggu, 04 Januari 2009

Tuhan Lebih Mementingkan Karakter

Pada masa tahun-tahun awal setelah bertobat, saya sangat bersemangat melayani dan kebetulan dianugerahi banyak karunia Roh Kudus.

Waktu itu saya sangat ingin menjadi seorang pengubah dunia dan diutus bagi Yesus.

Akan tetapi, karunia yang saya miliki tersebut tidak diimbangi oleh karakter yang kuat sehingga karunia tersebut lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.

Syukur kepada Tuhan, oleh kasih karuniaNya saya akhirnya disadarkan dan diubahkan oleh Tuhan sehingga menjadi lebih memfokuskan diri pada proses pembangunan karakter Kristus.

Banyak orang kristen yang mengira bahwa yang Tuhan inginkan dari mereka adalah pelayanan.

Padahal Tuhan lebih mementingkan karakter kita daripada pelayanan kita sebab tanpa karakter semua yang kita lakukan tidaklah ada artinya di mata Tuhan.

Bukan pelayanan/korban yang Dia inginkan melainkan ketataan kita kepada kehendakNya itulah yang dituntutNya.

Seseorang bisa saja melayani Tuhan dengan giat siang dan malam tetapi tanpa memiliki karakter maka pada akhirnya dia tidak akan dikenal oleh Tuhan ( Mat 7:22-23).

Seseorang bisa saja menjadi Profesor teologia atau Penginjil yang dapat membangkitkan orang mati tetapi tanpa memiliki karakter semuanya itu tidak ada artinya.

Bukan apa yang kita lakukan yang diperhitungkan melainkan keberadaan diri kitalah yang diperhitungkan ( I Kor 13:3).

Anthony de Mello mengatakan hampir semua usaha manusia diarahkan untuk mengubah dunia sekelilingnya tetapi hanya sedikit usaha yang dilakukan untuk mengubah diri sendiri.

Seringkali kita mengira bahwa sumber masalah kita berasal dari luar, padahal sebenarnya sumber masalah yang sebenarnya itu ada di dalam diri kita sendiri, yaitu di pikiran kita.

Sekalipun dunia di sekeliling kita berubah tetapi jikalah kita tidak berubah maka perasaan negatif tersebut akan tetap ada.

Berhentilah menyalahkan pihak lain dan mulailah belajar untuk mengubah diri anda menjadi manusia baru yang berkarakter.

Saat kita berubah maka dunia akan berubah menjadi baik, percayalah semuanya akan kelihatan baik-baik saja.

Lenin , sang revolusioner kafir itu mengatakan agama merupakan candu bagi masyarakat.

Pernyataan ini ada benarnya sebab kebanyakan manusia telah menyalahgunakan agama untuk menyalurkan hawa nafsu mereka.

Bukankah atas nama agama manusia melakukan pepeperangan dan pembunuhan ?

Bukankah atas nama agama manusia menyalibkan Kristus yang datang untuk menyelamatkan dunia ini ?

Saya bukan anti agama tetapi apa gunanya agama bila itu tidak membuat seseorang berubah menjadi lebih baik.

Yesus Kristus datang ke dunia ini bukan untuk membawa sebuah agama baru tetapi Dia datang untuk memerdekakan dan membebaskan kita agar dapat menjadi manusia yang seutuhnya.

Tujuan utama Yesus datang ke dunia ini adalah untuk mengubah diri kita menjadi serupa dengan karakterNya.

Murid-murid Kristus yang berkarakter akan memiliki sifat-sifat yang dimiliki oleh Yesus.

Mereka tidak akan peduli lagi dengan reputasi dirinya tetapi akan mengosongkan dirinya untuk mengambil rupa seorang hamba seperti apa yang telah dilakukan oleh Sang Guru.

Mereka tidak peduli lagi dengan ketenaran dan kekayaan dunia ini sebab mereka telah menemukan harta karun kehidupan yang sejati.

Mereka tidak memikirkan apakah kelak mereka akan dikenang sebagai orang yang memiliki pengaruh di dunia ini.

Bahkan mereka juga tidak akan terpengaruh dengan apa kata orang lain mengenai perbuatan yang mereka lakukan.

Pujian dan hinaan tidak akan mempengaruhi sikap mereka dan akan dianggap sama saja.

Seluruh kehidupannya akan diarahkan sepenuhnya untuk memuliakan Allah.

Saya percaya Indonesia pasti akan dipenuhi oleh kemuliaan Allah bila saja mayoritas orang Kristen di negeri ini memiliki karakter Kristus.

Semoga kita semua dapat menjadi murid-murid Kristus yang berkarakter !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar