Mesin Pencarian

Rabu, 07 Januari 2009

Sebuah Gereja Di Bom Di Jalur Gaza

Umat Kristen di jalur Gaza menangisi belasan orang yang terbunuh akibat serangan udara Israel yang menghancurkan sebuah gereja Babtis yang berada di sebelah sebuah kantor polisi yang menjadi target Israel, demikian laporan BosNewsLife, Jumat (2/1) lalu.

Pemboman di sekitar gereja Babtis Gaza terjadi beberapa saat sebelum minoritas Kristen di wilayah tersebut akan melakukan ibadah tahun baru. Para minoritas Kristen ini meminta perhatian internasional atas keberadaan mereka di jalur Gaza yang terjebak diantara pertempuran Israel dan militas Islam Hamas.

Menurut saksi mata, target utama Israel saat itu adalah kantor polisi yang berada tepat di sebelah gereja. Gereja tersebut mengalami rusak berat.

Pemboman Israel yang menghancurkan gereja Babtis tersebut, ditanggapi oleh Carl Moeller, presiden dari Open Doors Amerika, sebuah organisasi yang mendukung orang-orang Kristen teraniaya dengan sebuah pernyataan kecewa yang dalam.

"Apa yang dihadapi oleh gereja disana sangat luar biasa," demikian ucap oleh Carl Moeller, presiden dari Open Doors Amerika. "Saat umat Kristebn (di Gaza - Red) terus berdoa kepada Tuhan; Mereka terus menangis kepada Tuhan; Dan saat itu terjadi, hal itu akan mempengaruhi lingkungan sekitarnya dengan damai Allah."

Pendeta gereja tersebut, Hanna Massad, telah dipaksa untuk terbang ke Timur Tengah. Saat ini sekitar 1.7 juta orang tinggal di jalur Gaza, dan beberapa diantaranya adalah orang Kristen. Menurut perkiraan ada sekitar lebih dari 3000 orang.

Sekalipun pertempuran masih terus berlangsung, Israel mengijinkan ratusan orang asing untuk meninggalkan jalur Gaza pada Jumat (2/1) lalu. Hingga saat ini masih belum jelas apakah orang Kristen Gaza diperbolehkan untuk keluar dari wilayah tersebut.

Dilaporkan bahwa orang-orang Kristen disana terus melakukan pertemuan di kelompok-kelompok kecil, di rumah-rumah untuk menghindari dijadikan target oleh Israel maupun oleh Militan Hamas.

Israel bukanlah satu-satunya ancaman bagi minoritas Kristen di jalur Gaza. Karena sejak Hamas berkuasa di daerah tersebut, mereka pun mengalami tekanan yang hebat. Mari kita dukung dan doakan mereka yang saat ini menderita di daerah konflik ini.

Sumber : Bos News Life

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar