Mesin Pencarian

Minggu, 04 Januari 2009

Tuhan Dapat Dipercaya

Tatkala saya merenungkan tahun-tahun perjalanan hidup Kekristenan saya bersama Kristus, saya sungguh kagum dengan cara Tuhan menuntun hidup saya sedemikian rupa sehingga tanpa saya sadari lambat laun perjalanan itu akhirnya membawa saya pada keutuhan.

Bagi saya Tuhan itu bagaikan dokter bedah yang paling canggih di dunia ini.

Dia sangat tahu bagian mana dari jiwa kita yang perlu dipulihkan dan Dia juga memiliki cara yang berbeda untuk menangani kelemahan-kelemahan kita.

Bagian kita hanyalah taat dan bersedia untuk berubah sesuai perintahNya.

Saya masih ingat ketika pertama kali belajar untuk bisa terapung di air.

Kakak saya mengatakan untuk bisa terapung di air maka kaki saya harus digerakkan seperti orang yang sedang naik sepeda.

Untuk bisa mempraktekkan apa yang kakak saya ajarkan, mau tidak mau saya harus mencobanya di tempat yang airnya dalam meskipun ada resiko untuk tenggelam.

Tanpa berani mencobanya di tempat dalam sampai kapanpun saya tidak akan bisa terapung di air.

Hanya ada satu cara untuk belajar percaya kepada Tuhan yaitu kita harus berani keluar dari zona kenyamanan.

Iman yang tanpa melakukan tindakan ketataan bukanlah iman yang sejati.

Merupakan sebuah kebohongan jika ada yang mengatakan Tuhan akan membuat semuanya mudah dan nyaman saat kita hidup dalam ketaatan.

Memang ketaatan akan memberikan damai sejahtera di hati kita tetapi bukan berarti tidak ada lagi kesulitan yang harus kita hadapi.

Semua tokoh-tokoh iman yang ada di Alkitab dan sejarah Kekristenan mengalami masa-masa sulit sebelum Tuhan memakai mereka sebagai berkat bagi dunia ini.

Tokoh-tokoh reformasi seperti Marthin Luther, John Calvin dan John Knox mengalami banyak kesulitan sebelum akhirnya mereka keluar sebagai pemenang.

Saya percaya kesulitan-kesulitan yang Tuhan ijinkan mereka hadapi sebenarnya merupakan cara Tuhan untuk mengajarkan mereka bergantung kepadaNya.

Kalau begitu apakah lebih baik kita memilih ketidaktaatan sebab ketaatan kan tidak akan membuat hidup kita menjadi mudah ?

Ketaatan memang tidak membuat hidup kita menjadi mudah tetapi tersedia kasih karunia dari Tuhan untuk mengatasi setiap kesulitan tersebut sehingga iman kita akan bertumbuh.

Ketidaktaatan akan membuat hidup kita semakin sengsara dan kerohanian kita menjadi stagnasi.

Orang yang taat dan tidak taat bisa sama-sama mengalami penderitaan tetapi penderitaan yang dialami oleh orang yang taat akan menjadikannya keluar sebagai pemenang, sedangkan penderitaan yang dialami oleh orang yang tidak taat akan menjadikannya sebagai seorang pecundang.

Banyak orang Kristen yang takut untuk berjalan dalam ketaatan karena mereka tidak percaya terhadap pemeliharaan Tuhan.

Mereka takut bila nanti hidup mereka tidak akan terjamin bila mereka memutuskan untuk taat keluar dari zona kenyamanan.

Dia merupakan Bapa kita sehingga tidak mungkin Dia mengijinkan sesuatu yang bukan untuk mendatangkan kebaikan bagi diri kita.

Bila bapa di dunia ini saja tahu memberi yang baik apalagi Bapa kita yang di sorga.

Yesus berkata "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

Salah satu ciri dari anak kecil adalah mudah untuk percaya, terutama kepada orang tuanya.

Kita harus memiliki iman seperti anak kecil dalam arti percaya penuh kepada pemeliharaan Bapa yang di surga.

Percayalah, Tuhan itu dapat dipercaya dan janjiNya bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar