Mesin Pencarian

Minggu, 04 Januari 2009

Kesaksian Dari 7 Orang Remaja Mengenai Neraka #2

Sambungan Dari Bagian #1

Ditengah-tengah semua ini, semua dari jiwa-jiwa tersebut menangis dengan keras, saya bertanya kepada Tuhan,”Oh Tuhan, tolong beritahukan saya, apakah orang ini mengenal Engkau? Apakah dia tahu mengenai keselamatanMu?” Tuhan dengan sedihnya menjawab, ”Iya. Lupe. Dia tahu tentang Aku. Dia menerimaKu sebagai Juruselamat, tetapi dia tidak melayani aku.” Kemudian saya berasa lebih tambah takut. Luis menangis lebih kencang dan berteriak,”Tuhan ini menyakitkan! Ini menyakitkan! Berikanlah kepada saya belas kasihan!” Dia menjulurkan tangannya kpada Tuhan, tetapi Tuhan mengambil tanganku dan kami meninggalkan Luis. Api menyelimuti Luis lebih ganas dan dia berteriak lebih keras,”Kasihanilah aku! Kasihanilah aku!!” Kemudian dia hilang di tengah-tengah api.

Kami kemudian melanjutkan perjalanan kami, tempat ini sangat besar dan menakutkan! Kami mendekati api yang lain dan saya berkata kepada Tuhan,”Tuhan, tidak! Saya tidak mau melihat ini lagi! Saya mohon untuk mengampuni saya! Tolong ampuni saya! Saya tidak mau melihat hal ini!” Jadi, saya menutup mata saya tetapi itu tidak ada bedanya, buka mata atau tutup mata, saya masih bisa melihat segala sesuatunya. Api ini mulai menurun pelan-pelan dan saya mulai melihat seorang wanita. Dia di penuhi dengan lumpur dan lumpurnya penuh dengan cacing-cacing. Dia masih mempunyai sedikit rambut dan dia di selimuti oleh lumpur yang penuh dengan cacing. Dia berteriak,”Tuhan kasihanilah aku! Tuhan kasihanilah aku dan ampuni aku! Lihatlah aku! Ini menyakitkan! Kasihanilah aku! Ambil semua cacing-cacing ini! Keluarkan aku dari tempat penyiksaan ini, karena ini sangat menyakitkan!” Tuhan melihat dia dengan penuh kasihan. Ketika kami memegang tanganNya, kami bisa merasakan sakit dan kesedihan yang ada di hati Tuhan untuk semua orang yang hilang, di bakar selama-lamanya di api neraka.

Wanita ini tidak mempunyai mata atau bibir, tetapi dia masih bisa melihat dan merasa; sekujur tubuhnya menjadi lebih sakit. Dia mempunyai sebuah botol di tangannya, penuh dengan asam tetapi dia percaya itu adalah botol minyak wangi. Saya bisa melihat bahwa itu adalah asam dan setiap kali dia menyemprot minyak wangi tersebut ke tubuh dia, semprotan minyak wangi tersebut membakar dia. Bagaimanapun juga, dia masih tetap menyemprotkan asam ini ke seluruh tubuh dia. Dia tetap berkata bahwa itu adalah parfum mahal. Dia juga percaya bahwa dia memakai kalung yang indah, tetapi yang saya lihat adalah ular-ular mengalungi leher dia. Dia percaya bahwa dia memakai kalung yang sangat mahal, tetapi yang saya lihat adalah cacing-cacing, sepanjang 30.5 cm yang dengan ganas-nya menggali lobang kedalam tulang-tulangnya. Dia berkata bahwa perhiasannya adalah semua yang dia punya tetapi saya melihat kalajengking-kalajengking dan cacing-cacing di sekujur tubuhnya. Dia mempunya plat logam seperti yang orang lain pakai di neraka. Plat logam-nya bertuliskan, ”Saya disini karena mencuri

Wanita ini tidak ada penyesalan karena dosanya. Tuhan berkata kepadanya, Magdalena, kenapa kamu ada disini?” Dia berkata,”Buat saya, mencuri bukan suatu hal yang menganggu saya. Yang saya perdulikan hanya mempunyai perhiasan dan mendapatkan minyak wangi yang mahal. Saya tidak perduli saya mencuri dari siapa, selama saya bisa keliatan bagus.

Saya memegang tangan Tuhan ketika saya melihat cacing-cacing menggali lubang di sekujur tubuhnya. Magdalena melihat sekitarnya seperti mencari sesuatu. Saya bertanya ke Tuhan sekali lagi,”Tuhan, apakah orang ini dulunya mengenalMu?” Dan Tuhan menjawab, ”Ya, orang ini dulu mengenalKu”

Magdalena mulai melihat sekitarnya dan berkata,”Tuhan, dimana wanita yang dulu menginjili saya tentang Engkau? Di mana dia? Saya telah ada di neraka selama 15 tahun.” Semua orang di neraka bisa mengingat semuanya. Magdalena tetap bertanya,”Dimana wanita ini? Saya tidak bisa melihat dia!” Saya tahu tubuhnya tidak bisa berputar karena dagingnya berada di posisi yang sama. Dia mencoba untuk berputar dan melihat api yang lain untuk mencari wanita tersebut yang menceritakan Tuhan ke dia. Tuhan menjawab, ”Tidak! Tidak Magdalena, dia tidak ada disini. Wanita tersebut yang menceritakan kamu tentang Aku sekarang bersamaKu di Kerajaan Surga.”

Setelah mendengar hal ini, dia menjatuhkan dirinya ke api, dimana membakar dia semakin lagi. Plat logam dia menuduh dia sebagai pencuri. Saya ingin anda membaca di Firman Tuhan di Yesaya 3:24 “Maka sebagai ganti rempah-rempah harum akan ada bau busuk, sebagai ganti ikat pinggang seutas tali, sebagai ganti selampit rambut kepala yang gundul, sebagai ganti pakaian hari raya sehelai kain kabung; dan tanda selar sebagai ganti kemolekan.”

Ketika kami melanjutkan perjalanan kami, saya melihat sebuah tiang yang penuh dengan cacing-cacing. Di sekelilingnya, ada sebuah papan luncur terbuat dari logam panas bewarna merah. Di tiang tersebut ada sebuah papan tulisan yang bisa di lihat dari manapun. Di papan tersebut di tulis, ”Selamat datang semua pembohong dan tukang gosip” Di akhir papan luncur tersebut ada kolam kecil dimana airnya mendidih. Kolam tersebut keliatan seperti belerang yang di bakar. Kemudian saya melihat seorang yang telanjang menyelusuri papan luncur tersebut. Selama mereka meluncur, kulit orang tersebut terkelupas, dan lidah mereka membesar sampai lidahnya meledak dan cacing-cacing muncul dilidah orang tersebut. Hal ini memulai penyiksaan mereka. Firman Tuhan berkata di Mazmur 73:18-19 “Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!”

Setelah melihat semuanya ini, kami di bawa keluar dari neraka dan kembali ke bumi. Saya ingin memberitahukan anda bahwa Surga dan Neraka adalah lebih nyata daripada dunia nyata yang kita tahu. Sekarang adalah waktunya untuk anda mengambil keputusan, arah kemana anda akan pergi; untuk hidup dalam kekekalan bersama Yesus atau di bakar di neraka. Tuhan tetap berkata kepada kami, ”Tanpa kekudusan, tidak ada seorang-pun yang bisa melihat aku” (Ibrani 12:14), Itulah kenapa saya menceritakan kepadamu hal yang sama sekarang, Tanpa kekudusan kamu tidak bisa melihat Tuhan.”

Kesaksian ketiga dari Sandra

Marilah kita baca Firman Tuhan di Matius 10:28, “Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”

Ketika seseorang tiba di neraka, orang tersebut mendapatkan tubuh kematian. Tuhan Yesus memegang tangan saya dan kami mulai turun ke bawah melalui lorong yang sangat gelap yang menuju ke perut bumi. Kami tiba di suatu tempat dengan banyak pintu-pintu dan salah satu dari pintu tersebut terbuka dan kami masuk bersama dengan Tuhan. Saya tidak melepaskan tangan saya dari tangan Tuhan karena saya tahu, kalau saya melepaskan tangan saya dari tangan Tuhan, saya akan tinggal di neraka selama-lamanya.

Setelah melewati pintu tersebut, saya melihat sebuah tembok yang sangat besar. Disana ribuan orang yang di gantung, oleh kaitan yang mengelilingi kepala mereka dan oleh rantai yang di mengikat tangan mereka ke dinding. Kami melihat ribuan orang berdiri dan di ikat, dan setiap dari mereka di selimuti api.

Kami mendekati ke salah satu api tersebut dan apinya mulai meredam secara perlahan-lahan. Seketika, saya bisa melihat orang di dalam, dan ketika dia berbicara, saya bisa tahu kalau orang itu adalah laki-laki. Orang ini memakai baju nabi, dimana kotor dan hancur seluruhnya. Cacing-cacing begerak-gerak di dalam dan keluar dari tubuh orang itu. Dia kelihatan terbakar dan terluka oleh api. Bola matanya sudah tidak ada, dan dagingnya meleleh dan jatuh ke tanah. Tetapi setelah dagingnya jatuh, daging baru tumbuh dan prosesnya silih berganti.

Ketika dia melihat Yesus, dia berkata,”Tuhan kasihanilah saya, kasihanilah saya! Tolong keluarkan saya dari tempat ini biarpun hanya sebentar! Hanya satu menit!” Di dada orang tersebut, ada plat logam yang tertulis,”Saya disini karena mencuri

Ketika Tuhan mendekati orang tersebut, Dia bertanya,”Siapakah namamu?” Orang tersebut menjawab,”Andrew, nama saya Andrew, Tuhan” Tuhan bertanya lagi,”Berapa lama kamu sudah ada disini?” Andrew menjawab,”Saya sudah ada di sini sudah lama sekali.” Orang tersebut mulai menjelaskan ceritanya. Dia berkata bahwa dia telah mendapatkan tanggung jawab untuk mengumpulkan perpuluhan dan mengatur distribusi uang ke orang-orang miskin di gereja katolik. Tetapi, malahan dia mencuri uangnya. Dengan pandangan yang penuh belas kasihan, Tuhan bertanya kepada orang itu,”Andrew, apakah kamu pernah mendengar tentang Injil?” Andrew menjawab,”Ya Tuhan, ada seorang wanita Kristen yang pergi ke gereja dan suatu kali menginjil kepada saya, tetapi saya tidak mau terima. Saya tidak mau percaya waktu itu, tetapi saya mau percaya sekarang! Sekarang saya percaya bahwa semuanya ini benar! Tolong Tuhan, bawa saya keluar dari sini, setidak-tidaknya sebentar saja!

Ketika Andrew sedang berbicara, cacing-cacing keluar melalui kedua lubang matanya, kedua kupingnya dan masuk lagi melalui mulutnya. Andrew berusaha mencabut mereka dengan kedua tangannya tetapi hal itu tidak mungkin. Andrew berteriak dengan mengerikan dan meminta belas kasihan dari Tuhan. Dia tetap meminta Yesus untuk membawa dia keluar dari tempat ini. Lebih celakanya, setan-setan datang menyiksa dia secara terus menerus dengan menusukkan tombak-tombak mereka ke tubuh dia. Setan-setan tersebut keliatan seperti boneka-boneka yang kita punya di bumi bernama “The Jordanos” Saya melihat boneka-boneka tersebut di neraka tetapi mereka bukan boneka lagi; mereka hidup dan sangat jahat. Tinggi mereka kira-kira hampir 1 meter dan mempunyai gigi yang sangat tajam. Mulut mereka berlumuran darah dan mata mereka seluruhnya bewarna merah.

Mereka menusuk Andrew dengan sekuat tenaga, sama seperti orang-orang lain yang berada di tempat ini. Ketika saya melihat ini, saya bertanya kepada Tuhan, bagaimana bisa kalo boneka di bumi bisa kelihatan persis seperti setan ini. Tuhan berkata kepada saya bahwa setan-setan ini adalah roh-roh yang membawa kesedihan.

Ketika kami melanjutkan perjalanan kami, kami melihat banyak sekali orang di siksa. Ketika salah satu orang yang disiksa tersebut melihat Tuhan, orang tersebut berusaha menjamah Tuhan dengan tangannya yang kurus. Saya melihat seorang wanita yang mulai berteriak ketika dia melihat Yesus. Dia berteriak, “Tuhan, kasihanilah aku! Bawa saya keluar dari tempat ini!” Dia sangat kesakitan dan dia menjulurkan kedua tangannya ke Tuhan. Dia tetap meminta Tuhan untuk membawanya keluar meskipun hanya 1 detik saja. Wanita tersebut penuh dengan lumur. Rambutnya sangat kotor dan cacing-cacing berjalan di sekujur tubuhnya. Dia berusaha mencabut cacing-cacing tersebut dengan kedua tangannya tetapi setiap kali dia mencabut beberapa, cacing-cacing tersebut menjadi tambah banyak. Cacing-cacing tersebut panjangnya kira-kira 15cm sampai 20cm. Firman Tuhan berkata di Markus 9:44,”Dimana cacing-cacing tersebut tidak pernah binasa dan api neraka tidak pernah padam.”

Saya merasa sangat iba melihat wanita ini dan mendengar tangisan dia sewaktu cacing-cacing tersebut memakan daging wanita tersebut dengan ganasnya. Di dada wanita tersebut ada sebuah lempengan logam yang tidak bisa di hancurkan dengan api. Di lempengan tersebut tertulis,”Saya disini karena dosa percabulan.” Karena dosanya tersebut, wanita tersebut di paksa untuk melakukan hubungan seks dengan ular yang sangat gemuk dan menjijikan. Ular tersebut mempunyai duri-duri yang sangat besar, sekitar 15cm sampai 20cm. Ular tersebut masuk ke tubuh wanita tersebut melalui bagian tubuh yang sangat pribadi dan berjalan di dalam tubuh wanita tersebut dan melalui kerongkongan. Ketika ular tersebut masuk ke tubuh wanita, dia mulai berteriak.

Dia meminta Tuhan lebih keras lagi untuk membawa dia keluar dari tempat ini, “Tuhan saya disini karena melakukan dosa percabulan (hubungan seks di luar nikah). Saya sudah di sini selama 7 tahun semenjak saya meninggal dunia karena AIDS. Saya mempunyai 6 pasangan dan saya disini karena dosa percabulan.” Di neraka, dia harus mengulangi dosa-nya berkali-kali. Tidak ada istirahat siang dan malam dan penyiksaan-nya sama setiap kali. Dia berusaha menjulurkan kedua tangannya ke Tuhan, tetapi Tuhan berkata kepadanya, ”Blanca, sekarang sudah telat untuk kamu. Cacing-cacing akan menjadi ranjangmu dan mereka akan menyelimuti kamu.” (Yesaya 14:11) Ketika Tuhan berkata kata-kata ini, api mulai menutupi dia, dan saya tidak bisa lagi melihat dia.

Kami melanjutkan perjalanan kami, dan melihat ribuan demi ribuan orang. Disana banyak anak muda, orang dewasa, dan orang tua menderita dalam siksaan. Kami tiba di suatu tempat dimana kelihatannya seperti kolam renang yang sangat besar dan penuh dengan api. Di kolam tersebut banyak sekali pria dan wanita. Setiap dari mereka memakai plat logam yang tertulis: “Saya disini karena tidak memberikan perpuluhan dan persembahan” Ketika saya membaca itu, saya bertanya kepada Tuhan,”Tuhan, bagaimana hal ini bisa terjadi, bahwa orang-orang tersebut ada disini karena melakukan dosa ini?” Tuhan berkata,”Ya, karena orang-orang tersebut berpikir bahwa persembahan dan perpuluhan tidak penting, ketika FirmanKu berkata itu adalah sebagai suatu perintah.” Di Maleakhi 3:8-9 berkata, ”Bolehkah manusia menipu Tuhan? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata:”Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan, perpuluhan, dan persembahan khusus!”

Tuhan berkata kepada saya bahwa ketika umatNya menyimpan perpuluhan mereka, pekerjaan Tuhan terhambat dan berhenti, dan Firman Tuhan tidak bisa di beritakan. Orang-orang di tempat ini menderita 1000 kali lebih parah daripada yang lainnya karena orang-orang ini sudah tahu Firman Tuhan dan tidak melakukannya.

Kami berjalan lagi dan Tuhan menunjukkan kepada saya seorang laki-laki. Saya bisa melihat dia dari pinggang ke kepala dan saya mulai melihat pengelihatan bagaimana orang tersebut meninggal dunia. Nama orang tersebut adalah Rogelio. Dia berada di mobilnya ketika ada seorang yang mendekati dia untuk memberitakan injil dan memberikan dia sebuah Alkitab. Tetapi Rogelio menolak orang tersebut dan melanjutkan perjalanan dia, tanpa mengetahui bahwa beberapa menit kemudian, mobilnya mengalami tabrakan. Tidak lama kemudian dia meninggal.

Pada saat mobilnya tabrakan, Alkitab terbuka di ayat Wahyu 21:8 “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” Ketika Rogelio membaca ayat ini, dia meninggal seketika dan tiba di neraka.

Dia baru saja berada di neraka dan masih ada sisa daging di mukanya. Bagaimanapun juga, dia di siksa seperti orang-orang lainnya di neraka. Mula-mulanya, dia tidak tahu kenapa dia berada di neraka. Saya berpikir ketika orang kristen tersebut mendekati mobilnya, itu hanya kesempatan satu-satunya dan yang terakhir untuk Rogelio untuk menerima Tuhan Yesus.

Dengan cara yang sama, banyak orang juga mempunyai kesempatan untuk menerima Tuhan. Sekarang, saya mengajak anda untuk membuka hatimu untuk Yesus. Dia satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup (Yohanes 14:6) Hanya melalui Dia, kita dapat di selamatkan untuk masuk ke kerajaan Surga (Kisah Para Rasul 4:12). Tuhan juga meminta kita untuk mengikuti Dia dalam kekudusan. Tuhan memberkatimu.

Kesaksian keempat

Tuhan memberkatimu saudara-saudariku. Ketika Tuhan membawa tangan saya, saya bisa melihat bahwa saya sedang berdiri di atas sebuah batu, dan di belakang kami, saya melihat seorang malaikat. Kami mulai turun ke bawah melalui sebuah lorong dengan kecepatan yang sangat tinggi. Secara cepat, saya melihat bahwa malaikat tersebut sudah tidak ada, dan saya merasa sangat takut. Saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, dimanakah malaikat tersebut? Kenapa dia tidak ada disini lagi?” Tuhan berkata, ”Dia tidak bisa pergi kemana kita akan pergi.”

Kami melanjutkan turun ke bawah dan kemudian tiba-tiba berhenti seperti elevator. Saya melihat beberapa terowongan dan kami masuk ke dalam satu terowongan tersebut seperti yang di ceritakan oleh Sandra. Kami kemudian melihat tembok. Di tembok itu banyak orang di ikat di kepala mereka dan dengan rantai besi di pergelangan tangan mereka. Tembok di mana orang-orang tersebut di ikat itu sangat panjang dan kelihatannya tidak ada akhirnya. Berjuta-juta orang di ikat disana. Mereka mempunyai cacing-cacing di sekujur tubuh mereka. Saya melihat ke jauh dan masih melihat dinding yang sama, mirip dengan yang lainnya. Saya berkata kepada Tuhan, “Tuhan! Banyak sekali orang-orang di tempat ini!” Secara cepat, sebuah ayat melintas di pikiran saya; ayat tersebut yang saya tidak pernah tahu sebelumnya. Tuhan berkata kepada saya, ”Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas.” (Amsal 27:20)

Kami meninggalkan daerah tersebut dan dengan segera tiba di suatu tempat yang bernama, “Lembah tempat kawah-kawah mendidih” Di kawah-kawah ini penuh dengan lumpur yang mendidih dan kami mendekati salah satu dari mereka. Orang pertama yang kami lihat adalah seorang wanita. Tubuhnya terapung dan tenggelam dengan lumpur yang mendidih, tetapi ketika Tuhan melihat dia, wanita tersebut berhenti bergerak dan tetap diam di lumpur dari pinggang ke bawah. Tuhan bertanya kepada wanita tersebut, “Wanita, siapakah namamu?” Wanita tersebut menjawab,”Nama saya Rubiela.

Rambut wanita tersebut penuh dengan lumpur mendidih dan dagingnya menggantung dari tulang-tulangnya, dimana tulang-tulangnya terbakar hangus oleh api. Cacing-cacing masuk melalui kedua lubang matanya dan keluar dari mulut, dan masuk lagi melalui hidung dan keluar dari kedua kupingnya. Ketika cacing-cacing tersebut tidak bisa masuk, mereka membuat lubang untuk masuk ke bagian tubuh yang lain dimana menyebabkan kesakitan yang tidak bisa di lukiskan.

Dia berteriak,”Tuhan tolong! Bawa saya keluar dari tempat ini. Kasihanilah saya! Saya tidak bisa terus menerus seperti ini! Tolong hentikan hal ini Tuhan! Saya tidak bisa tahan lagi! Kasihanilah saya!” Tuhan bertanya kepada Rubiela kenapa dia ada disini. Dia berkata bahwa dia ada disini karena dosa keseombongan oleh karena kecantikan, dimana sama persis dengan kata-kata yang tertulis di lempengan logam di dada wanita tersebut. Di tangan wanita tersebut, dia memegang sebuah botol yang keliatannya biasa-biasa saja, tetapi menurut dia, botol itu kelihatannya sangat mahal. Rubiela mengambil botol tersebut, dimana penuh dengan asam dan menyemprotkan ke seluruh tubuhnya. Hal ini menyebabkan semua dagingnya menjadi meleleh dan menyebabkan kesakitan yang luar biasa.

Dia berteriak kepada Tuhan, “Tuhan tolong, kasihanilah saya! Saya tidak bisa disini lebih lama lagi! Hanya satu detik saja Tuhan.” Saya tidak berkata bahwa itu adalah dosa untuk menggunakan botol parfum, tetapi Tuhan berkata bahwa wanita tersebut ada disini karena oleh parfum-nya, seperti Firman Tuhan berkata dalam Ulangan 5:7 “Jangan ada padamu tuhan lain di hadapanKu.”. Dia ada di sana oleh karena kecantikan, minyak wangi dan kecantikan yang menjadi tempat paling utama di hidupnya. Bagaimanapun juga, Tuhan Yesus adalah Raja segala raja, dan Tuhan segala tuhan! Dia yang harus menjadi terutama di hidup anda; dan inilah kenapa dia ada disini. Dengan kesedihan, Tuhan melihat dia dan berkata,”Rubiela, sekarang sudah telat bagimu, cacing-cacing akan menjadi ranjang dan juga menutupi kamu.” Ketika Tuhan berkata demikian, api menutupi dia sepenuhnya. Ketika tubuhnya di bakar di dalam tempat mendidih tersebut, dia kesakitan dengan luar biasa.

Ketika kami menjauhi tempat itu dan tiba di suatu tempat dengan pintu-pintu raksasa. Sewaktu kami mendekati mereka, mereka terbuka untuk kami. Di sisi yang lain, kami melihat suatu gua raksasa. Ketika saya melihat ke atas, saya melihat banyak lampu-lampu bewarna-warni dan bergerak seperti uap. Kemudian kami mendengar musik: salsa, ballenato, rock, dan bermacam-macam musik yang orang-orang dengar biasanya di radio. Tuhan membuat gerakan dengan tanganNya dan kami melihat berjuta-juta orang tergantung dengan rantai di kedua tangannya. Mereka melompat-lompat dengan keras di atas api.

Tuhan melihat kami dan berkata: “Lihatlah, ini adalah upah untuk para penari.” Mereka harus melompat dengan gigih keatas dan kebawah sesuai dengan irama musik. Ketika musik salsa di putar, mereka harus melompat sesuai dengan irama tersebut, ketika musik lain di putar, mereka harus melompat sesuai dengan irama musik lain tersebut. Mereka tidak bisa berhenti melompat. Lebih parah lagi, sepatu mereka mempunyai duri sepanjang 15cm di bawahnya. Ketika melompat, duri itu akan menusuk kaki mereka dan mereka tidak punya waktu untuk beristirahat. Ketika seseorang mulai berhenti, setan-setan mulai datang dan memukul dengan tombak, mengutuk mereka, dan berkata,”Sembah dia! Inilah kerajaanmu sekarang, sembah setan! Sembah dia! Kamu tidak bisa berhenti menyembah dia! Sembah dia! Kamu harus menyembah dia! Kamu harus melompat! Kamu harus menari! Kamu tidak bisa berhenti satu detikpun.

Sangat mengerikan ketika orang-orang kristen yang tahu Tuhan, tetapi mereka meninggal di klub malam. Mungkin anda bertanya,”Dimana di Alkitab yang mengatakan bahwa menari itu salah?” Di dalam Yakobus 4:4, Firman Tuhan berkata, “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Tuhan? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Tuhan.”

Ingatlah bahwa dunia akan binasa, semuanya akan hancur, tetapi orang yang melakukan kehendak Tuhan akan tetap selamanya. Juga di 1 Yohanes 2:15-17, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Tuhan tetap hidup selama-lamanya.” Ingatlah, bahwa dunia dengan segala isinya akan binasa, tetapi setiap orang yang melakukan kehendak Tuhan Yesus akan hidup selama-lamanya.

Saudara dan Saudariku, ketika kami meninggalkan tempat ini, kami melihat sesuatu seperti jembatan-jembatan yang memisahkan beberapa tempat-tempat penyiksaan. Kami melihat sebuah roh berjalan di atas jembatan. Roh itu keliatan seperti boneka yang kami lihat di bumi; nama boneka itu adalah Treasure Trolls. Roh itu mempunyai warna rambut yang bewarna-warni dan dengan muka seperti orang tua tetapi dengan badan seperti anak kecil; Roh ini tidak mempunyai organ seksual. Mata-nya penuh dengan kebencian. Tuhan menjelaskan bahwa roh ini adalah roh kebinasaan. Roh ini mempunyai tombak di kedua tangannya dan berjalan dengan penuh kesombongan seperti ratu atau seperti peragawan/peragawati.

Ketika roh itu berjalan, dia menusukkan orang-orang di bawah dengan tombaknya. Dia mengutuk mereka dengan berkata, “Ingatkah pada hari kamu berada di luar gereja dan kamu tidak mau masuk ke dalam? Ingatkah hari di mana mereka mengabarkan Injil ke kamu dan kamu tidak mau dengar? Ingatkah hari di mana mereka memberikan traktat Injil dan kamu membuangnya?” Orang-orang yang di siksa tersebut berusaha menutupi kuping mereka. Mereka berteriak balik ke setan itu “Diam! Diam! Jangan kasih tahu saya lagi! Saya tidak mau tahu lagi, Diam!” Bagaimanapun, roh jahat tersebut menikmati dirinya sewaktu melakukan hal itu karena itu menyebabkan kesakitan ke dalam jiwa orang-orang yang tersiksa.

Kami melanjutkan perjalanan dengan Tuhan. Ketika melihat begitu banyaknya orang-orang yang tersiksa, kamu mengamati seorang laki-laki yang berteriak lebih keras daripada orang-orang yang juga sedang di bakar disana. Laki-laki tersebut berkata,”Bapa, Bapa, kasihanilah aku!” Pertama-tama Tuhan tidak mau melihat laki-laki ini, tetapi ketika dia mendengar kata “Bapa” Dia terhentak dan memutar balik. Yesus melihat dia dan berkata, ”Bapa? Kamu memanggil Aku Bapa? Tidak, Aku bukan Bapamu dan kamu juga bukan anakKu. Kalau kamu anakKu, kamu akan bersama denganKu di kerajaan surga. Kamu adalah anak dari si jahat.” Kemudian api kembali naik ke atas dan menutupi sekujur tubuhnya.

Tuhan menjelaskan kepada kami tentang latar belakang laki-laki ini. Laki-laki ini memanggil Yesus sebagai Bapa karena selama di dunia, dia telah mengenal Yesus. Dia dulu pergi ke gereja dan mendengarkan firman Tuhan dan dia mendapat banyak janji dari Tuhan. Jadi kami bertanya,”Kenapa Tuhan? Mengapa dia ada disini sekarang?” Tuhan menjawab “Dia tidak hidup dengan sungguh-sungguh. Dia hidup di rumah tanpa melakukan perintahKu, dan dia juga pergi ke gereja seperti orang suci. Dia berpikir di hatinya, ‘Wah, tidak ada orang yang hidup dekat dengan saya, baik pendeta saya atau saudara-saudari saya dalam Tuhan, jadi saya bisa melakukan apa yang saya mau’. Tetapi dia lupa bahwa mata Tuhan ada di segala tempat dan tidak ada seorangpun yang bisa berbohong dan bersembunyi dari Tuhan.”

Firman Tuhan berkata, ”Jangan sesat! Tuhan tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Karena apa yang di tabur orang, itu juga yang akan di tuainya.” (Galatia 6:7). Orang ini menderita 1000 kali lebih parah daripada yang lain-lainnya. Dia harus membayar satu upah dosa untuk dosa-dosa dia dan satu dosa untuk berpikir kalau dia bisa mempermainkan Tuhan.

Sekarang ini, banyak orang berusaha untuk membuat tingkatan dosa; mereka berpikir bahwa homoseksual, pencuri, dan pembunuh mempunyai dosa yang lebih besar daripada pembohong dan tukang gossip. Tetapi di mata Tuhan, semua dosa ini mempunyai bobot yang sama dan upah yang sama. Alkitab menjelaskan, ”Sebab upah dosa adalah maut” (Roma 6:23) “Orang yang berbuat dosa, itu harus mati.” (Yehezkiel 18:20) Saudara-saudariku, saya mengundang kamu untuk menerima undangan dari Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mengulurkan tanganNya yang penuh belas kasihan kepada kamu jikalau kamu mau bertobat. Firman Tuhan berkata bahwa siapapun yang bertobat akan menerima belas kasihan. Adalah lebih baik untuk percaya sekarang daripada menunggu dan menemukan jalan yang lebih susah nantinya.

Tuhan memberkatimu.

Bersambung Ke Bagian #3

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar