Mesin Pencarian

Kamis, 15 Januari 2009

Men Are Computers Women Are Cell Phones

Berapa banyak istri yang merasa suaminya seringkali mengungkapkan berbagai fakta, bergitu mereka memiliki kesempatan. Dan banyak dari para istri itu merasa dipojokkan dengan fakta-fakta yang disodorkan tentang berbagai kekurangan mereka. Mereka merasa seperti hidup dengan sebuah komputer yang dengan cepat menyerap berbagai data yang terjadi, dan bila dibutuhkan bisa dikeluarkan dengan dengan cepat dan terperinci.

Lucunya para pria merasa hidup dengan sebuah handphone dalam hidupnya, dan itu istri mereka. Masalahnya, terkadang handphone itu sering kali terus berbicara tanpa bisa dimatikan.

Menurut buku yang di tulis oleh Dr. James Dobson, "Love fo a Lifetime," wanita si ‘Mrs. Handphone' ini harus berbicara sebanyak 50.000 kata per hari, sedangkan para pria si ‘Mr. Komputer,' hanya butuh berbicara sebanyak 25.000 kata per hari.

Tapi dalam berjalannya waktu, pria atau para suami lebih menghemat sekitar 98 % kata yang harus diucapkan dan berada dalam keadaan ‘sleep mode.'

Jadi bagaimana pasangan Mr. Komputer dan Mrs. Handphone ini bisa berkomunikasi? Pada dasarnya, baik computer maupun handphone memiliki kesamaan, keduanya butuh sebuah hubungan (connection). Dan hebatnya pada jaman ini, sudah ditemukan cara dimana komputer dan handphone bisa saling berkomunikasi.

Baik computer dan handphone saat ini bisa untuk mengirim e-mail, chating, bahkan voice chat. Nah, bagaimana caranya hal ini bisa diterapkan dalam hubungan suami istri? Berikut ini tips bagi Mr. Komputer dan Mrs. Handphone:

Buat pembicaraan Anda penuh kasih. Sarah mencoba berkomunikasi dengan suaminya Jeff, tetapi seringkali Jeff telah tertidur sebelum dia menyelesaikan pembicaraannya. Akhirnya, Sarah mengoreksi caranya berkomunikasi dengan Jeff. Inilah yang diterapkan oleh Sarah, "Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar," (Kolose 4:6). Sarah mulai tidak mendominasi setiap pembicaraan lagi. Dia juga tidak mengatakan berbagai keluhan, namun menggantinya dengan kalimat-kalimat yang membangun. Akhirnya dia menjadi seorang pendengar yang baik, dan bisa mengajak Jeff untuk lebih terbuka.

Jadilah pribadi yang terbuka dan jujur. Masalah komunikasi Angie berbeda lagi. Suaminya Bill tidak bisa menangkap sinyal bahwa dirinya butuh di dengarkan. Akhirnya setelah bicara dengan seorang mentor, Angie menemukan bahwa sebuah computer tidak dapat memproses informasi yang tidak pernah di berikan sebelumnya. Untuk itu dia perlu mengatakan dengan jelas, "Jika kamu benar-benar mau mengerti saya, otomatis saya butuh kamu untuk mendengarkan saya." Akhirnya, Angie dapat lebih mengembangkan kasih diantara mereka dengan komunikasi yang terbuka dan jujur.

Biarkan komputer tetap menjadi komputer. Lynn menghabiskan tiga tahun pertama pernikahannya untuk mengubah suaminya, Doug. Mereka selalu beradu mulut dalam banyak hal. Ketika memutuskan untuk mencari konselor, Lynn percaya bahwa hal itu bisa mengubah Doug. Dia sangat terpukul ketika konselor itu menyatakan bahwa dia adalah masalah terbesarnya.

Konselor itu menyarankannya untuk mengijinkan suaminya menjadi dirinya sendiri. Jangan berusaha merubah sebuah computer menjadi handphone.

Akhirnya Lynn belajar menerima ‘kelemahan' Doug. Setelah dia perhatikan, apa yang dianggapnya menjadi kelemahan suamianya, ternyata pada sisi lain bisa menjadi kekuataan Doug. Dan sejak itu, Lynn memutuskan untuk mengasihi Doug apa adanya.

Jadikan Tuhan sumber kepenuhan Anda. Sue berharap suaminya dapat mengerti semua kekuatirannya. Namun seringkali, ketika Sue menceritakan apa yang dirasakannya, Mike sang suami tidak bisa menangkap apa yang diungkapkannya. Hal itu diartikan oleh Sue sebagai ketidakpedulian. Akhirnya, hubungan Sue dan Mike pun menjadi renggang.

Hingga suatu hari, ibu Sue memberikan sebuah nasihat. "Suamimu tidak bisa memenuhi semua kebutuhan emosimu. Hanya Tuhan yang bisa." Dia mengingatkan apa yang Alkitab katakan dalam 1 Petrus 5: 7, "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."

Sue menemukan pernikahannya semakin kuat dan sedikit tekanan ketika dia bisa membawa semua kekuatirannya kepada Tuhan dalam doa-doanya.

Beri ruang untuk persahabatan. Selain kekuatiran, Sue juga menolak kebutuhannya untuk menjalin persahabatan dengan wanita lain. Hubungannya dengan Mike, suaminya begitu ekslusif, sehingga menjauhkan semua hubungan persahabatan dengan orang lain.

Dia menemukan bahwa persahabatannya dengan sang ibu dan wanita-wanita yang lain membuat dia bisa mengungkapkan berbagai hal (mencapai 50.000 kata per hari). Hal ini bukan hanya baik bagi Sue, namun juga bagi Mike, karena memberinya waktu istirahat.

Bertumbuh bersama dalam pengenalan akan Kristus. Sarah dan Jeff akhirnya menemukan sebuah titik temu ketika menyediakan waktu berdoa dan mempelajari firman Tuhan bersama. Mereka menemukan hubungan mereka semakin baik dan mereka menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Apa target utama baik Anda seorang Komputer maupun Handphone? Anda harus menjadi semakin serupa dengan Kristus dan menjadi pendengar yang baik, pembicara yang baik dan juga mendengarkan Tuhan berbicara melalui firman-Nya dan dalam doa-doa Anda berdua. Sekarang apakah Anda sudah bisa mendengar suara-Nya? (Rhonda Rhea, Penulis Amusing Grace)


Sumber : Christianity Today/VM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar