Mesin Pencarian

Senin, 05 Januari 2009

Renungan: Bijaksana Yang Sejati

1. Beda antara hikmat dan bijaksana:
Hikmat adalah ilmu pengetahuan secara teoritis sehingga dapat diperoleh melalui proses belajar. Hikmat lebih condong kepada rasio. Bijaksana adalah pemahaman-pemahaman intuitif di dalam kehidupan sehari-hari secara practical. Bijaksana lebih condong kepada kepekaan hati.

2. Dari mana datangnya bijaksana yang sejati?
Tokoh reformator besar John Calvin mengatakan bahwa bijaksana sejati berasal dari pengenalan akan Allah dan pengenalan akan diri.

3. Bagaimana kita mengenal diri sendiri?
Mengenal diri sendiri tidaklah semudah yang kita perkirakan. Bapa Gereja Agustinus berkata hanya ada dua hal yang paling ia ingin ketahui sedalam-dalamnya selama hidupnya, yaitu mengenal Allah dan mengenal jiwa manusia. Di Amerika, profesi yang paling berbahaya adalah Psikolog karena menurut penelitian profesi psikolog adalah profesi yang mempunyai tingkat bunuh diri tertinggi. Mengapa?


Bukankah psikolog bekerja untuk mengetahui persoalan orang lain dan menyelesaikannya?
Mengapa psikolog mampu membantu orang lain tapi tidak mampu membantu diri sendiri? Bukankah firman Allah dalam Luk 6:41 berkata "Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?" Bukankah lebih mudah untuk menilai orang lain daripada menilai diri sendiri apalagi bila dinilai atau dikritik orang lain?.


Kalimat Calvin pada point 2 masih ada kelanjutannya yaitu pengenalan akan diri didapat melalui pengenalan akan Allah. Jadi kunci emas untuk mendapatkan bijaksana yang sejati adalah pengenalan akan Allah.

4. Mampukah kita mengenal Allah?
Manusia tidak mampu mengenal Allah dengan usaha/kekuatannya sendiri karena manusia yang telah jatuh ke dalam dosa telah rusak secara total, tetapi tidak mutlak. Manusia adalah ciptaan yang terbatas dan telah terpolusi oleh dosa. Maka satu-satunya jalan adalah Allah sendiri yang merendahkan Diri sendiri datang mengenalkan diri kepada manusia melalui wahyu umum dan wahyu khusus.


Wahyu umum diberikan kepada semua orang melalui sarana alam semesta dan hati nurani. Wahyu umum tidak dapat membawa manusia kepada Allah dan keselamatan.


Wahyu khusus diberikan Allah secara verbal (tertulis) dalam bentuk Alkitab kepada orang pilihanNya sehingga kita yang percaya kepada karya penebusan Kristus di Kayu Salib diselamatkan. Wahyu khusus mengungkapkan diri Allah secara pribadi, kepada manusia secara pribadi pula.

5. Bagaimana kita mengenal Allah?
Melalui proses pemahaman Alkitab yang merupakan seluruh otoritas kebenaran fiman Allah. Alkitab merupakan anugerah dari Allah Bapa, melalui Allah Anak, di dalam Allah Roh Kudus (Allah Tritunggal). Firman Allah adalah dasar dari segala doktrin Kristen sebab di atas pemahaman dan otoritas Alkitab seluruh iman Kristen ditegakkan.

6. Siapa yang harus belajar Alkitab?
Setiap orang percaya yang sudah diselamatkan. Paulus berkata "Kerjakan keselamatanmu". Artinya semua orang yang sudah mendapatkan anugerah keselamatan wajib untuk belajar firman Allah. Proses belajar adalah proses seumur hidup melalui rasio dan hati yang ditundukkan kepada otoritas firman Allah, maka Roh Kudus akan memberikan pencerahanNya.

Bibliografi:
1. Verbum Dei, Gary Crampton.
2. Doktrin Alkitab dari Diktat IRECS
3. Allah Tritunggal, Stephen Tong
4. Lima Pokok Calvinisme, Edwin Palmer
5. Teologi Sistematika 1, Louis Berkhof

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar