Mesin Pencarian

Sabtu, 10 Januari 2009

Kerja Dan Spiritualitas

Kisah Para Rasul 9:39
"...sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup"

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 6; Matius 6; Kejadian 11-12

Sadarkah kita jika ternyata ada hubungan antara kualitas kerja dan kehidupan spiritualitas kita?

"Aku melakukan yang terbaik dari yang aku tahu, terbaik dari yang aku bisa, dan aku tetap akan melakukannya sampai akhir. Jika akhirnya ternyata aku benar, apa pun yang dikatakan lawan tentang aku tidak akan berarti apa-apa. Jika akhirnya ternyata aku salah, meskipun sepuluh malaikat bersumpah mengatakan aku benar pun tidak ada artinya," ucap Abraham Lincoln.

Kualitas kerja kita mencerminkan kualitas hidup spiritualitas kita. Artinya, pekerjaan yang kacau tidak mempermuliakan Allah. Kredibilitas kita sebagai orang Kristen ditunjukkan oleh bagaimana kita bertingkah laku dalam pekerjaan dan dalam keseharian kita.

Sebagai orang Kristen, kita tidak dipanggil untuk sekadar menjadi lebih baik dari orang lain, tetapi memberikan yang terbaik bagi Allah. Itulah yang mendorong kita untuk bekerja giat dan berprestasi. Dengan demikian, ketika kita berprestasi atau sukses, kita tidak menjadi sombong. Kita lebih menghayatinya semata-mata sebagai karunia Allah. Sebaliknya, jika kita tidak menonjol di tempat kerja, kita tetap dapat bersyukur karena telah memberikan yang terbaik.

Marilah kita menunjukkan kualitas kita yang terbaik agar nama Allah semakin dipermuliakan!

Orang yang bermalas-malasan dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara si perusak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar