Mesin Pencarian

Jumat, 02 Januari 2009

Jawara Kerajaan Allah

Kesaksian Susilo (46 Tahun)

Diawali dari pertobatan orang tuanya pada tahun 1979 yang mendengarkan injil dari majikannya saat bekerja sebagai mandor di perkebunan teh. Sebelumnya, Susilo (bukan nama sebenarnya) belum mau menerima Injil karena masih mempertahankan keperkasaannya sebagai jawara Banten dan mempunyai latar belakang pendidikan dari agama lain. Susilo memutuskan untuk berpisah dengan orang tuanya karena benci mengetahui ayahnya menjadi orang Kristen.

Pada tahun 1993 Susilo mendengar bahwa ayahnya sakit keras, maka Susilo pulang untuk menemui ayahnya. Sebelum meninggal ayahnya berpesan bahwa warisan yang bisa diberikan hanya sebuah Alkitab dan menyuruh membaca Yohanes 3:16 dan menyarankan jika kurang paham bisa menanyakan kepada pendeta. Tiga hari setelah ayahnya meninggal Susilo pergi ke gereja untuk menanyakan kepada pendeta tentang arti Yohanes 3:16. Bukannya mendapat jawaban, yang terjadi justru sebaliknya, Susilo dimarahi oleh Sang Pendeta, dikatakan bahwa Susilo adalah anak durhaka yang tidak tahu balas budi karena sekian lama meninggalkan orang tuanya.

Dua hari kemudian Susilo bertemu seorang penginjil, Jajag, yang mengajarkannya tentang Kristus dan makna hidup. Karena dijelaskan dalam bahasa Banten, dia mudah mengerti dan akhirnya menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Bersama Jajag, Susilo memperdalam Injil selama 5 bulan dan September 1993 Susilo di baptis. Susilopun sekolah Alkitab selama 3 tahun lebih dan melakukan pelayanan penginjilan.

Sejak itu Susilo telah memenangkan 6 orang bagi Kristus. Takut kehilangan jiwa-jiwa yang sudah dimenangkan, Susilopun memutuskan untuk melanjutkan Sekolah Alkitabnya secara koresponden dan hanya ketika ujian saja hadir di kampus. Sejak menerima Yesus hidupnya diubahkan dan dia berapi-api untuk memenangkan jiwa. Karena semangatnya ini, Susilo harus membayar harga, dia di tahan selama 2 hari oleh Koramil setempat sebab salah satu yang dimenangkannya adalah seorang yang terkenal di daerahnya dan pernah menjuarai acara keagamaan. Selain ditahan Susilo juga mendapat pukulan dan diinterogasi untuk menjelaskan siapa yang menyuruhnya memberitakan kabar keselamatan, dia menjawab, “Saya hanya menjalankan apa yang tertulis dalam Alkitab, Matius 28

Setelah 6 bulan, yang telah dimenangkannya telah bertambah menjadi 15 orang. Pada Desember 2006 saat ia membawa 10 orang calon baptisan dengan mengendari mobil sewaan, sekitar 200 orang massa menghadangnya. Mobilnya dirusak dan Susilo dianiaya. Ia dibawa ke kantor polisi dan ditahan selama sehari sedangkan 10 orang lainnya diijinkan pulang. Keesokan harinya, Polisi ingin meluruskan dan mendamaikan kedua belah pihak, namun yang terjadi Susilo memperoleh penghinaan dan pelecehan oleh massa.

Susilopun terpaksa membayar ganti rugi perbaikan mobil sebesar 2.8 juta. Untuk mendapatkan uang sebesar itu Susilo terpaksa harus menggadaikan tanah miliknya. Bukan itu saja pengorbanannya, pernah suatu kali dia dan jemaatnya tidak mempunyai uang untuk perayaan natal, bahkan perayaan yang paling sederhana sekalipun. Maka Susilo memutuskan bekerja sebagai kuli bangunan di Surabaya demi mendapatkan sejumlah uang untuk acara Natal sederhana.

Puji Tuhan dari hasil perjuangannya sekarang sudah 60 orang menerima Baptisan dan 50 orang lagi sedang dalam pelayanan lanjutan setelah pemutaran Film Yesus. Susilo sekarang melayani di daerah Jawa. Susilo adalah seorang yang sederhana dalam kehidupan sehari-harinya, tetapi perjuangannya yang gigih menunjukkan bahwa ia adalah seorang Jawara sejati bagi kerajaan Allah.

Bagi kami, adalah suatu kehormatan bisa mendukung hamba Tuhan sederhana tapi berani berkorban bagi pekerjaan Tuhan ini. Untuk mengurangi beban finansialnya Susilo mendapatkan bantuan secara rutin dari KDP. Terima kasih atas dukungan dan doa saudara sekalian.

Source:

The Voice Of The Martyrs

Kasih Dalam Perbuatan Edisi Maret – April 2008

Founder: Richard Wurmbrand

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar