Mesin Pencarian

Jumat, 02 Januari 2009

Penginjilan Di Hawthorne Mall

Dalam pengalaman memberitakan Injil di beberapa mall di Surabaya, cukup sulit untuk mendekati pengunjung all yang terus bergerak. Hawthorne Mall, salah satu mall yang terletak tidak terlalu jauh dari Trinity, cukup strategis dalam hal ini karnea di beberapa lokasi tersedia sofa maupun bangku yang cukup nyaman, dan umumnya hampir selalu ada pengunjung yang duduk-duduk di sana.

Pada satu kesempatan, saya bertemu seorang pemuda yang sedang duduk di salah satu sofa yang disediakan. Pemuda ini masih cukup belia, belum sampai dua puluh tahun dalam taksiran saya. Yang menarik perhatian saya, di samping pemuda ini terdapat sebuah tabung oksigen berukuran sedang, lengkap dengan selang yang terhubung ke lubang hidungnya. Setelah memperkenalkan diri dan meminta izin untuk berbicara, saya mulai dengan mencari tahu apakah dia sudah lahir baru atau belum. Karena dia ternyata telah sungguh-sungguh mengenal Kristus, saya mulai mengalihkan perhatian pada kondisinya yang bagi saya cukup ganjil.

Dari cerita pemuda ini, saya tahu bahwa dia mengalami problema paru-paru dan harus menjalani operasi besar beberapa tahun yang lalu. Pada saat itu dokter mengatakan bahwa tidak ada lagi yang bisa diharapkan. Tetapi setelah sejumlah orang dari gereja orang tuanya datang mendoakan, keadaan berubah, dan dia bisa bertahan hidup hingga hari ini. Dia bercerita bagaimana peristiwa ini mendekatkan dirinya kepada Tuhan. Meskipun tidak berarti dia sembuh total dan meskipun beberapa saat yang lalu dia baru saja menjalani operasi yang kedua, dia tetap berharap dan berencana untuk melanjutkan studi pada semester depan?

Pemuda ini ternyata memiliki seorang teman dekat. Gadis ini tinggal di dekat rumahnya dan mereka sudah saling mengenal sejak lama, sebelum dia terdeteksi menderita problema paru-paru kronis. Tetapi yang mencengangkan saya mereka berpacaran baru beberapa bulan yang lalu! Gadis inilah yang mendampingi dia di dalam pergumulannya. Dan gadis ini pula yang mengantarkan dia ke mall karena menurut anjuran dokter, sangat baik kalau dia bisa keluar rumah dan mendapatkan udara segar.

Beberapa bulan studi di Amerika, entah telah berapa kali saya mendengar mengenai berita perceraian. Yang memprihatinkan, tingkat perceraian di antara pasangan Kristen di Amerika hanya sekitar tiga persen lebih rendah dari mereka yang bukan Kristen! Karena itu sangat menghiburkan ketika mengetahui sepasang pemuda dan pemudi Kristen di sini bisa menjadi kesaksian yang hidup. Saya sungguh berharap dan berdoa kiranya pasangan muda ini benar-benar dipakai untuk mendatangkan berkat bagi banyak orang. Soli Deo Gloria.

Sumber: Tell The Truth Edisi 28, Juni 2008, Warta Tim Kerja Penginjilan GRII – Andhika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar